BAB 4
TEORI PERSEDIAAN MENDORONG
PEMBIAYAAN
Teori
persediaan mendorong pembiayaan – menyediakan pembiayan sebelum permintaan
untuk itu, muncul setelah PD II akhir tahun 1940 dan 1950an. Teori ini berasal
dari tiga gagasan, dimana pemerintah negara baru memikul tanggung jawab ekonomi
sendiri kemudian pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan teknologi dalam bidang
pertanian secara cepat dan luas dan kebanyakan para petani tidak mampu
menanggung biaya penuh dari kredit yang mereka butuhkan guna membeli input bagi
teknologi baru.
Pada
dasarnya semua program subsidi kredit pedesaan sudah berjalan sebagaimana
mestinya dengan dibarengi menrima kredit dibawah harga pasar dan diyakini mampu
meningkatkan penghasilan mereka, namun kenyataannya tidak demikian karena
subsidi kredit yang terkendala modal,menyediakan ancaman tiga kali lipat
terhadap pengembangan lembaga keuangan jangkauan luas untuk bertahan hidup.
Penyediaan
Pembiayaan sebelum ada permintaan
Reevaluasi ekstensif
dilakukan pemerintah dalam pengembangan ekonomi banyak terjadi di negara
berkembang. Pemerintah memikul tanggung jawab penting dalam pembangunan ekonomi
rakyat. Pada teori Keynesian negara berkembang harus melewati berbagai tahap untuk menjadi negara maju. Penekanan
dilakukan pemerintah dalam memainkan multi peranan, termasuk akumulasi modal,
investasi perencanaan, memajukan pengembangan industry serta pertumbuhan
pertanian,infrastruktur dan juga memperbaiki peningkatan modal.
Persediaan mendorong pembiayaan merujuk pada penyediaan
kredit sebelum adanya permintaan untuk tujuan pertumbuhan ekonomi. Muncul gagasan
bahwa pedesaan negara berkembang sangat penting untuk pembangunan nasional dan
penting bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya teknologi pertanian yang modern
dan luas maka diperlukannya subsidi kredit dalam jumlah besar, karena petani
membutuhkan modal lebih banyak disbanding dengan yang mereka tabung dan diakui
bahwa mereka tidak mampu membayar biaya penuh dari kredit yang mereka butuhkan.
Secara tradisional banyak rumah tangga terutama di pedesaan meminjam guna
melakukan konsumsi dalam bertahan hidup dalam keadaan darurat sebelum panen
guna memnuhi kebutuhan sosial dan keagamaan. Campur tangan pemrintah dan donor
dalam pasar pembiayaan dianggap sangat penting karena lembaga tidak melibatkan
diri dalam kredit pedesaan. Menghindar dari kredit pedesaan oleh lembaga
keuangan swasta sebagian disebabkan oleh keyakinan tanpa diteliti kebenarannya.
Bahwa hanya sedikit rumah tangga pedesaan yang akan mau membayar suku bunga
komersial dan suku bunga komersial institusional di daerah pedesaan akan sukar
ditagih. Subsidi kredit untuk petani akan mengimbangi prasangka pedesaan ,
menyempurnakan distribusi penghasilan dan mengurangi perbedaan regional. Teori persediaan
mendorong pembiayaan menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan
dapat dipacu dengan sistem keuangan, akibatnya insentif keuangan untuk menganut
teknologi pertanian baru berbentuk subsidi kredit.
Namun demikian , kenyataan tidak membuktikan kebenaran
dari teori tersebut tapi mungkin relevan untuk mengingat dalam konteks ini
kebnayakan teoritikus persediaan mendorong pembiayaan bukan spesialis keuangan
tapi ahli ekonomi yang menaruh perhatian khusus pada sektor riil.
Pada akhir tahun 1960an
hingga awal tahun1970an mulai terjadi kesukaran serius dalam program subsidi
kredit kredit pedesaan. Titik balik terutama terjadi ketika pada tahun 1972-73(USAID)
mensponsori survey program kredit secara luas di negara berkembang. Setelah dianalisis
ternyata banyak terjadi kegagalan program subsidi kredit. Dan pada tahun akhir
1970an -1980an maka kritik trhadap dasar pertimbangan dibelakang semua program
ini mengisi kepustakaan pembangunan. Namun demikian, banyak pemerintah dan
donor masih mempertahankan program tersebut yang sudah dinyatakan cacat atau
rusak tapi program ini masih berlangsung hingga sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar