Sabtu, 02 Juni 2012

BAB 4 TEORI PERSEDIAAN MENDORONG PEMBIAYAAN.


BAB 4
TEORI PERSEDIAAN MENDORONG PEMBIAYAAN
Teori persediaan mendorong pembiayaan – menyediakan pembiayan sebelum permintaan untuk itu, muncul setelah PD II akhir tahun 1940 dan 1950an. Teori ini berasal dari tiga gagasan, dimana pemerintah negara baru memikul tanggung jawab ekonomi sendiri kemudian pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan teknologi dalam bidang pertanian secara cepat dan luas dan kebanyakan para petani tidak mampu menanggung biaya penuh dari kredit yang mereka butuhkan guna membeli input bagi teknologi baru.
Pada dasarnya semua program subsidi kredit pedesaan sudah berjalan sebagaimana mestinya dengan dibarengi menrima kredit dibawah harga pasar dan diyakini mampu meningkatkan penghasilan mereka, namun kenyataannya tidak demikian karena subsidi kredit yang terkendala modal,menyediakan ancaman tiga kali lipat terhadap pengembangan lembaga keuangan jangkauan luas untuk bertahan hidup.
Penyediaan Pembiayaan sebelum ada permintaan
            Reevaluasi ekstensif  dilakukan pemerintah dalam pengembangan ekonomi banyak terjadi di negara berkembang. Pemerintah memikul tanggung jawab penting dalam pembangunan ekonomi rakyat. Pada teori Keynesian negara berkembang harus melewati  berbagai tahap untuk menjadi negara maju. Penekanan dilakukan pemerintah dalam memainkan multi peranan, termasuk akumulasi modal, investasi perencanaan, memajukan pengembangan industry serta pertumbuhan pertanian,infrastruktur dan juga memperbaiki peningkatan modal.
            Persediaan mendorong pembiayaan merujuk pada penyediaan kredit sebelum adanya permintaan untuk tujuan pertumbuhan ekonomi. Muncul gagasan bahwa pedesaan negara berkembang sangat penting untuk pembangunan nasional dan penting bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya teknologi pertanian yang modern dan luas maka diperlukannya subsidi kredit dalam jumlah besar, karena petani membutuhkan modal lebih banyak disbanding dengan yang mereka tabung dan diakui bahwa mereka tidak mampu membayar biaya penuh dari kredit yang mereka butuhkan. Secara tradisional banyak rumah tangga terutama di pedesaan meminjam guna melakukan konsumsi dalam bertahan hidup dalam keadaan darurat sebelum panen guna memnuhi kebutuhan sosial dan keagamaan. Campur tangan pemrintah dan donor dalam pasar pembiayaan dianggap sangat penting karena lembaga tidak melibatkan diri dalam kredit pedesaan. Menghindar dari kredit pedesaan oleh lembaga keuangan swasta sebagian disebabkan oleh keyakinan tanpa diteliti kebenarannya. Bahwa hanya sedikit rumah tangga pedesaan yang akan mau membayar suku bunga komersial dan suku bunga komersial institusional di daerah pedesaan akan sukar ditagih. Subsidi kredit untuk petani akan mengimbangi prasangka pedesaan , menyempurnakan distribusi penghasilan dan mengurangi perbedaan regional. Teori persediaan mendorong pembiayaan menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan dapat dipacu dengan sistem keuangan, akibatnya insentif keuangan untuk menganut teknologi pertanian baru berbentuk subsidi kredit.
            Namun demikian , kenyataan tidak membuktikan kebenaran dari teori tersebut tapi mungkin relevan untuk mengingat dalam konteks ini kebnayakan teoritikus persediaan mendorong pembiayaan bukan spesialis keuangan tapi ahli ekonomi yang menaruh perhatian khusus pada sektor riil.
Pada akhir tahun 1960an hingga awal tahun1970an mulai terjadi kesukaran serius dalam program subsidi kredit kredit pedesaan. Titik balik terutama terjadi ketika pada tahun 1972-73(USAID) mensponsori survey program kredit secara luas di negara berkembang. Setelah dianalisis ternyata banyak terjadi kegagalan program subsidi kredit. Dan pada tahun akhir 1970an -1980an maka kritik trhadap dasar pertimbangan dibelakang semua program ini mengisi kepustakaan pembangunan. Namun demikian, banyak pemerintah dan donor masih mempertahankan program tersebut yang sudah dinyatakan cacat atau rusak tapi program ini masih berlangsung hingga sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar