Ketika ku simak mentari bersinar aku tak menemukan apa maksudnya.Bahkan gemerlap bintang yang indah menghiasi langit hingga elok dimalam hari aku pun hanya merasa datar.Aku hanya seorang perasa yang datar dan begitu polos terhadap pesan tersirat alam.Aku tak merasa berarti,Aku tak merasa hidup ini kian indah dan Aku merasa dunia hanya latihan menguras hati dan perasaan.Kau yang membaca ini aku yakinkan adalah makhluk terindah yang tercipta untukku.Hadir dimalam yang begitu gelap.Dimata Aku buta akan semua yang kurasa.Kau datang memperbaiki prasangka kau datang dengan cahaya kilauan yang lebih indah dari kilau gemintang!
Bahkan hatiku terang dengan pancaran ketulusanmu.Kau mengajarkan bagaimana merasakan maksud sinar mentari menuntunku melhat cahaya bintang yang menghias angkasa.
Aku tak pernah mampu bermimpi memilikimu seorang sepertimu.Aku tidak mengungkapkan Rasa dengan sebuah maksud agar kau cintaku.
Namun ku tak mampu menhan rindu yang amat sangat saat Aku tak merasa detak jantungmu merasa kau bernapas dan melihat senyum mu yang manis.
Untukmu aku,
Berdiri di atas hujan
Berlari di tengah badai
Mendayung bersama ombak
Melihat ke arah samar
Bertarung di dalam hati
Mengambil nafas yang panjang
Hingga aku menerobos kesesakan
Sampai tertatih-tatih, jatuh dan terluka.
Ini adalah bukan sampai kapan aku mampu bertahan,
karena bagiku,
kau adalah selamanya aku hidup..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar